Kamis, 27 April 2017

VmWare

Cyber Scavenger
SDDC, Datacenter Masa Depan

Customer saat ini tak sekadar menginginkan server virtualisasi, tetapi virtualisasi untuk keseluruhan data center, termasuk storage dan networking. Ini disebut VMware sebagai software-defined data center.

Software-defined datacenter sendiri diklaim mewujudkan apa yang selama ini dijanjikan oleh layanan cloud computing, yakni layanan TI yang sigap, elastis, efisien, dapat diandalkan, dengan cara memperluas manfaat virtualisasi ke semua wilayah dalam datacenter — komputasi, storage, jaringan dan layanan ketersediaan serta keamanan terkait.

Arsitektur software-defined datacenter mengabstraksikan seluruh sumber daya piranti keras dan menyatukan mereka ke dalam satu pool kapasitas, sehingga memungkinkan otomasi untuk mendistribusikan kapasitas komputasi secara aman dan nyaman sesuai kebutuhan aplikasi.

Dari sisi bisnis, SDDC diklaim memberikan keuntungan berupa penghematan total cost of ownership alias biaya kepemilikan untuk enterprise yang fokusnya bergeser dari capital expenditure (capex) menjadi operational expenditure (opex). Dengan teknologi ini semua data center bisa divirtualisasikan untuk menghemat biaya. Mulai dari server, storage, jaringan, hingga sekuriti

Berikut ini adalah teknologi terpanas  yang akan mengubah cara membangun sistem datacenter

NETWORKING VIRTUALIZATION

Tradisional networking  versus virtualisasi networking

traditional-networking
      tradisional vs modern                   
next-datacenter-networking

NSX adalah teknologi dari Nicira yang sudah akusisi oleh VMware.NSX adalah mesin virtualisasi jaringan yang hidup pada hypervisor, dan efektif meng-virtualkan- seluruh jaringan-bukan hanya antarmuka (interface), seperti yang kita lihat dengan switch virtual.

NSX

STORAGE VIRTUALIZATION

Setelah networking, selanjutnya adalah virtualisasi storage, VMware sebelumnya telah memperkenalkan VSA (Virtual Storage Appliance) untuk SMB dan selanjutnya adalah Virtual SAN untuk level enterprise.

Virtualisasi dari file level (VSA) ke block level (Virtual SAN)

vmware_vsa_nfs
  file level  vs block level
vmware_storage

Perbandingan  Vsphere Storage Appliance dan Virtual SAN

Attributes

vSphere Storage Appliance

VMware Virtual SAN

Description Low cost, simple shared storage for small deployments Scale-out distributed storage designed for  virtualized/cloud environments
Form factor Virtual Appliance Built-in vSphere kernel
Ideal Targets
•Small SMB
•ROBO deployments
•Enterprise
•Commercial
Scalability
•2 to 3 vSphere servers
•Does not scale beyond 3 hosts
•Minimum 3 hosts deployments
•Scale out to vSphere cluster size
Performance No SSD (low performance) SSD caching (high performance)
Functionality
•Simple install & configure
•Scales up to ~16TB usable storage
•vCenter-integrated management
•SSD caching and intelligent data placement
•Rapid storage provisioning
•Scale-out for large deployments
•Granular scaling
•Storage policy based management.
CLOUD COMPUTING

vmware_vcac

VMware juga memperkenalkan VMware vCloud Suite 5.5 yang menampilkan fungsionalitas produk yang baru dan yang ditingkatkan serta integrasi produk yang luas.

VMware vCloud Suite memungkinkan penggunanya untuk membangun dan mengoperasikan vSphere berbasis private cloud menggunakan arsitektur software-defined data center, menyediakan layanan infrastruktur virtual dengan kecerdasan built-in untuk mengotomatisasi provisioning, penempatan, konfigurasi dan kontrol aplikasi berdasarkan kebijakan.

VMware vCloud Suite dibangun di atas pondasi VMware vSphere, platform virtualisasi platform di dunia. Dengan VMware vSphere 5.5, VMware vSphere terus berkembang untuk menyediakan pelanggan dengan platform terbaik untuk semua aplikasi mereka termasuk beban kerja baru melalui komputasi yang baru dan yang ditingkatkan, ketersediaan storage dan kemampuan backup.

vmware-vcloud-suite-marketecture

Untuk meningkatkan ketersediaan aplikasi business-critical, VMware vSphere 5.5 memperkenalkan vSphere App HA untuk mendeteksi dan memulihkan dari kegagalan aplikasi atau sistem operasi. VMware vSphere Flash Read Cache yang baru memvirtualisasi flash di sisi server untuk menurunkan latency aplikasi secara dramatis.

Untuk lebih meningkatkan waktu respon aplikasi latency-sensitif, VMware vSphere 5.5 memperkenalkan fitur sensitivitas latency-rendah. VMware vSphere 5.5 memungkinkan konfigurasi 2x CPU fisik sebelumnya, memori dan batas NUMA node.

VMware vSphere 5.5 memperkenalkan dukungan untuk Pivotal Cloud Foundry on vSphere memungkinkan pelanggan untuk membangun dan menghantarkan Platform-as-a-Service on-premises.

Dengan VMware vSphere Big Data Extensions, pelanggan kini dapat menjalankan Apache Hadoop dan Big Data workloads on VMware vSphere 5.5, bersama aplikasi lain, untuk mencapai pemanfaatan sumber daya yang lebih besar, keandalan dan kelincahan. Selain itu, VMware vSphere 5.5 sekarang mendukung generasi berikutnya Intel Xeon processor E5 v2 dan Intel Atom Processor C2000.

VMware vCloud Automation Center dan VMware vCenter Operations Manajemen Suite telah ditambahkan ke semua edisi VMware vCloud Suite 5.5. Solusi ini menyediakan kelincahan yang dibutuhkan pelanggan dengan kontrol yang mereka butuhkan melalui sebuah solusi yang fleksibel untuk mengotomatisasi pengiriman aplikasi dan layanan TI.

Sementara VMware vCenter Operations Management Suite menawarkan keterpaduan, kinerja proaktif, kapasitas dan kemampuan manajemen konfigurasi untuk lingkungan awan yang dinamis. VMware vCloud Suite 5.5 juga dilengkapi rilis baru dari VMware vCloud Connector, VMware vCloud Director, VMware vCloud Networking and Security, dan VMware vCenter Situs Recovery Manager.

Rabu, 12 April 2017

DIKABUL PERDANA: ThinkStation P310

DIKABUL PERDANA: ThinkStation P310

Virtualisasi

Perbedaan Virtualisasi Jaringan dengan Virtualisasi Server
Dalam dunia teknologi informasi, virtualisasi jaringan atau jaringan virtual adalah serangkaian proses yang menggabungkan beberapa sumber daya hardware dan software ke sebuah kesatuan pengelolaan yang berbentuk software. Virtualisasi jaringan melibatkan sebuah platform virtual seperti VMware ataupun Docker, yang sering di gabungkan pada sumber daya virtual.

Virtualisasi jaringan yang menggabungkan beberapa jaringan atau perangkat jaringan kedalam sebuah unit virtual dinamakan Virtualisasi Eksternal. Sedangkan Virtualisasi Internal menyediakan fungsi jaringan yang sejenis kedalam sebuah wadah perangkat lunak pada sebuah server jaringan.

Dalam dunia DevOps, dikenal istilah software testing. Para pengembang menggunakan jaringan virtual untuk menguji software pada sebuah lingkungan jaringan virtual yang sedang berjalan. Jika dulu mereka mencoba pada simulasi, sekarang mereka dapat mencoba langsung (live testing). Sehingga kejadian saling menyalahkan antara tim developer dan tim operasional sudah menghilang.

Komponen Jaringan Virtual
Beberapa perangkat dan software yang digunakan untuk virtualisasi jaringan antara lain :

Perangkat jaringan, seperti switch, network adapter atu NIC.
Elemen jaringan, seperti firewall dan load balancer.
Aplikasi, seperti Virtual LAn (VLAN) dan kontainer seperti VM dan Docker.
Penyimpanan, seperti Network Attached Storage (NAS), SAN, dan sebagaiya.
Media jaringan, seperti ethernet, kabel serat optik.
Mesin ke mesin, seperti perangkat telekomunikasi.
Perbedaan Virtualisasi Jaringan dengan Virtualisasi Server
Untuk satu hal mereka sangat mirip secara konsep. Pada server virtual, lapisan lunak abstraksi (server hypervisor) mereproduksi atribut server fisik dalam perangkat lunak. Hal ini memungkinkan atribut untuk merakit pemrograman dalam kombinasi yang lebih bebas untuk menghasilkan mesin virtual yang unik (VM) dalam hitungan detik. Dengan virtualisasi jaringan, fungsi yang dimiliki jaringan hypervisor dapat mereproduksi layanan seperti switching, routing, kontrol akses, firewall, kualitas layanan (QoS), dan perangkat lunak load balancing. Hal tersebut memungkinkan mereka menghasilkan jaringan virtual yang unik dalam hitungan detik.

Virtualisasi jaringan juga memberikan manfaat yang mirip dengan virtualisasi server. Contohnya, mesin virtual beroperasi secara independen dari hardware dan memungkinkan TI untuk memperlakukan host fisik sebagai kolam kapasitas komputasi. Jaringan virtual beroperasi secara independen dari perangkat keras IP jaringan yang menjadi dasar. Sehingga TI dapat memperlakukan jaringan fisik sebagai kolam kapasitas transportasi yang dapat dikonsumsi dan kembali bertujuan pada pelayanan permintaan.

Ketika Anda berpikir tentang hal itu, apa yang terjadi di jaringan saat ini adalah hal yang sama yang telah terjadi di komputasi dan penyimpanan selama bertahun-tahun. Sama seperti virtualisasi server yang membuka peluang baru bagi organisasi untuk menyimpan dan mengakses informasi dengan jangkauan yang lebih besar dan kecepatan lebih tinggi dari sebelumnya. virtualisasi jaringan menyelesaikan tantangan jaringan yang telah menjadi masalah organisasi saat ini dengan mewujudkan data center menjadi semakin berkualitas.

Perhatikan diagram berikut dibawah ini (sumber dari website VMware).

diagram perbedaan antara virtual server dengan jaringan virtual

Lebih penting lagi, virtualisasi jaringan memberikan pondasi yang kuat untuk menyelesaikan tantangan jaringan yang dapat menjaga kebutuhan bisnis saat ini dan berpotensi untuk mengadopsi sistem Software-Defined Data center (SDDC) secara penuh.

Kinerja Jaringan Virtual
Hal yang perlu diwaspadai adalah, ketika bandwidth mencapai 10 Gbit/s atau lebih, tingkat paket akan melebihi kemampuan pengolahan pada serangkai jaringan. Agar pengolahan throughput tetap tinggi, beberapa kombinasi perangkat lunak dan perangkat keras pembantu dikerahkan. Ini yang disebut sebagai “jaringan dalam kotak”. Pendekatan ini menggunakan hardware dependent kontroler interface jaringan (NIC) menggunakan ekstensi SRIOV dari hypervisor atau menggunakan teknologi jalur cepat antara NIC dan muatan (mesin virtual atau kontainer).

Software Defined Networking
SDN menggunakan proses perekaman untuk penyediaan jaringan. Misalnya, alih-alih membangun jalur jaringan dengan menggunakan alat, pengguna harus dapat memprogram jaringan ketika mereka ingin membangun jalur jaringan.

SDN membuat jaringan dapat diprogram dengan memisahkan ‘control plane‘ (yang berfungsi untuk memberi informasi kejadian jaringan apa dan terjadi di mana) dari ‘data plane‘ (mengirim paket ke tujuan tertentu). Hal ini bergantung pada switch yang dapat diprogram melalui kontroler SDN dengan menggunakan industri kontrol protokol standar, seperti OpenFlow.

Baca juga mengenai: Bagaimana departemen IT melakukan Otomatisasi Bisnis.

Kesimpulan:
Virtualisasi jaringan berbeda dengan virtualisasi server walaupun memiliki konsep yang mirip. Namun jaringan virtual memberikan beberapa manfaat pada server virtual, seperti untuk pengujian aplikasi. Hal ini semakin dimungkinkan dengan platform container docker yang menggunakan sistem isolasi per bagian / cluster.

Jaringan virtual perlu di modifikasi agar tetap memiliki kinerja throughput yang tinggi, sehingga kualitas jaringan di data center semakin optimal. Disini dapat kita pahami bahwa Docker dapat digunakan untuk mengoptimalkan infrastruktur teknologi informasi, baik untuk jaringan virtual maupun server virtual.

Minggu, 09 April 2017

ThinkStation P310

ThinkStation P310 memberikan kemudahan yang tak tertandingi penggunaan. Akses mudah ke hardware menyederhanakan upgrade untuk staf TI. Plus, bersih, desain fungsional membuat P310 sangat mudah untuk mengangkat dan membawa. Flex Modul memungkinkan fleksibilitas belum pernah terjadi sebelumnya dalam menyesuaikan I / O port. Mencampur dan mencocokkan hanya komponen yang Anda butuhkan, termasuk optical drive ultraslim, 29-in-1 pembaca kartu media, FireWire, dan eSATA. The P310 memberikan performa terbaik dengan skalabilitas fitur lengkap. Semua dalam kompak faktor bentuk yang kecil 12 liter (SFF).

ThinkStation P310 memberikan kemudahan yang tak tertandingi penggunaan. Akses mudah ke hardware menyederhanakan upgrade untuk staf TI. Plus, bersih, desain fungsional membuat P310 sangat mudah untuk mengangkat dan membawa. Flex Modul memungkinkan fleksibilitas belum pernah terjadi sebelumnya dalam menyesuaikan I / O port. Mencampur dan mencocokkan hanya komponen yang Anda butuhkan, termasuk optical drive ultraslim, 29-in-1 pembaca kartu media, FireWire, dan eSATA. The P310 memberikan performa terbaik dengan skalabilitas fitur lengkap. Semua dalam sebuah menara 25 liter.

Jumat, 07 April 2017

WirecastÂ


Perlu anda ketahui, bahwa konsep Wirecast  ini adalah untuk Broadcasting… Jadi dengan menggunakan Program ini, anda tidak hanya bisa membuat video untuk pembelajaran, tetapi anda bisa menggunakan software ini untuk tampil secara Streaming, alias LIVE!… sekali lagi LIVE!.. saudara2..) melalui channel internet TV gratis yang akan anda buat nantinya..tentunya beserta media pembelajaran (PPT) yang akan anda presentasikan pula.
Tertarik….???? yes!! I got it..

Penting !
Sebaiknya anda tahu, bahwa untuk membuat video pembelajaran seperti di atas (sebelum dibroadcast), setidaknya ada 3 software yang harus kita jalankan secara bersamaan, yaitu :
1. Wirecast sebagai Controller
2. Desktop presenter sebagai media untuk menampilkan Aplikasi pembelajaran ke Wirecast.
3. Program Aplikasi pembelajaran yang akan kita tampilkan (misalnya Ms. PowerPoint).

Bagaimana cara membuat video tersebut? Silahkan instal dulu software2 berikut :
1. Downloadlah terlebih dahulu Program Wirecast dan Desktop Presenter dari situs resminya.
2. Installah kedua program di atas seperti biasa…(tinggal Next2 aja..tidak ada settingan khusus).
3. Installah program Quick time player atau program pemutar video yang lainnya.

Selanjutnya adalah

A. Jalankan Program aplikasi Wirecast sebagai controller untuk setting membuat video dengan cara :
1. Klik Start > All Programs > Telestream > Wirecast. Maka akan tampil jendela program wirecast berikut :

B.? Jalankan Program Aplikasi Media pembelajaran anda (Misalnya, Ms PowerPoint).

Sudah bisa kan? cara menjalankan Program Ms PowerPoint..????

Nah, ada beberapa pengaturan yang harus anda lakukan pada Program Ms Powerpoint ini:

1. Lakukan pengaturan tampilan pada Slide show, Set up Slide show.

2. Pada Kotak dialog Set up show, Show type > pilih Browsed by an individual (windows). Pengaturan ini bertujuan supaya ketika anda menekan F5 (menjalankan Powerpoint) dia tidak akan tampil penuh layar, melainkan fit to window (Title bar dan status bar tetap terlihat), sehingga kita bisa mengatur lebar  window Ms Powerpoint.

3. Tekan F5 untuk menjalankan Media ajar anda dari Ms Powerpoint.

Dan aturlah sehingga tampilan kedua program tersebut berdampingan seperti ini :

Langkah selanjutnya :

C. Jalankan Desktop presenter sebagai media untuk menampilkan program pembelajaran pada wirecast dengan cara :
1. Klik Start > All Programs > Telestream > Desktop presenter. Maka akan tampil jendela program desktop presenter berikut :

Pada Source [Pilih Window], Application [Pilih dengan Media yang akan ditampilkan, Ms PowerPoint] dan beri tanda checklist pada 3D Compability.

Catatlah alamat IP yang anda dapatkan pada TCP/IP di atas, digunakan untuk mengoneksikan antara Program Aplikasi Ms (Powerpoint ) yang dijalankan, dengan Wirecastnya.

Minimize lah kotak Desktop presenter di atas setelah anda mencatat TCP/IP nya.

Selanjutnya, Kembali ke Wirecast,

2. Tambahlan Layer baru dengan mengeklik pada gambar camera pada bagian kiri bawah, untuk menambahkan sumber dari kamera (web camera) dan pilih Add USB camera shot.

Maka Web camera anda menyala dan akan tampil gambar anda pada Main Shot list Wirecast seperti berikut :

Selanjutnya, pada Wirecast Klik Menu Media > New Desktop presenter. Maka akan tampil kotak dialog Request berikut:

Isilah dengan alamat IP address yang sudah anda catat sebelumnya dan tekan tombol OK.  Maka pada  Main shot list Wirecast akan ditambahkan layer baru yang berisi Media ajar yang akan anda presentasikan.